PIK-Mahasiswa Sehati UMM
Universitas Muhammadiyah Malang
PIK-Mahasiswa Sehati UMM
Universitas Muhammadiyah Malang

Home

       

Sesuai dengan perkembangan zaman, banyak hal yang membawa perubahan terhadap perilaku remaja dan khususnya mahasiswa. Baik perubahan yang positif maupun negative. Namun, perubahan tersebut lebih cenderung mengarah ke hal yang negative. Hal ini disebabkan karena informasi yang terbatas dan emosi yang masih labil dan mereka sudah dihadapkan pada berbagai tuntutan arus globalisasi yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Kemudahan akses informasi bagi remaja, serta maraknya issue seputar remaja, yaitu seks bebas, Napza dan HIV/AIDS menghadapkan remaja dengan karakter yang bertentangan dengan adat ketimuran.
       Mahasiswa ini sebenarnya masih tergolong dalam kelompok umur remaja akhir namun faktanya tidak mau disebut remaja. Mahasiswa memiliki karakteristik khas jika dibandingkan dengan remaja pada umumnya yaitu wawasan keilmuannya lebih luas dan kemampuan berpikirnya lebih baik, dari hal tersebut PIK MAHASISWA adalah wadah yang sangat penting untuk dikaitkan ke dalam hal informasi kepada mahasiswa. Karena menurut Survey yang dilakukan Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN) tahun 2006 pada 10 Universitas di Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Hasilnya menyebutkan bahwa 15 % dari 2224 mahasiswa telah melakukan hubungan seks diluar nikah. Semua hal tersebut adalah pintu gerbang masuknya sebuah penyakit yang biasa dikenal dengan nama HIV/AIDS. Segala hal yang dilakukan oleh remaja usia akhir ini atau seorang mahasiswa perlunya tindakan khusus yang berupa pendekatan yang lebih agar semua itu bisa berkurang.
          
Oleh karena itu mahasiswa sangat membutuhkan pengetahuan untuk mengarahkan pola pikir mereka dengan nuansa yang lebih berbeda dan PIK-M adalah wadah yang tepat dan peduli tentang kasus-kasus kesehatan seksual yang ada di masyarakat terutama yang ada dikalangan remaja. Dalam kondisi semacam ini remaja membutuhkan informasi mengenai kesehatan reproduksi, aktifitas yang bermanfaat sehingga remaja memiliki kesempatan untuk meneruskan pendidikan dan masa depan dengan bekal yang cukup, bahkan sebagai perisai dalam menghadapi berbagai tuntutan arus globalisasi.
        Dengan kegiatan ini para mahasiswa dapat mengisi waktunya dengan hal-hal yang positif serta memiliki nilai lebih yaitu sebuah kreatifitas yang membangun. Mereka juga mendapatkan informasi seputar kesehatan reproduksi dan yang paling utama mereka juga mendapat informasi tentang teknik penyuluhan tentang Penanggulangan bahaya HIV/AIDS secara dini. Memperhatikan rentannya mahasiswa dalam hal-hal tersebut, pihak perguruan tinggi pun tidak lepas dari tanggung jawab tersebut sebagai lembaga yang sangat berperan dalam menyiapkan generasi penerus Bangsa. 
 

Shared: